Dolar AS Ambruk Akibat Perlambatan Inflasi Agustus 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan volatile pada awal sesi New York hari ini (12/9), sehubungan dengan rilis kebijakan bank sentral Eropa (ECB), data inflasi konsumen AS, dan gencatan perang dagang AS-China. Saat berita ditulis, DXY mencatat pelemahan harian 0.18 persen di kisaran 98.45, sementara USD/JPY stagnan pada kisaran 107.86 dan EUR/USD menguat 0.4 persen di kisaran 1.1050.

Dolar AS Ambruk Akibat Perlambatan Inflasi Agustus 2019

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa laju inflasi konsumen melambat pada bulan Agustus. Pertumbuhan bulanan hanya mencapai 0.1 persen (Month-over-Month) karena penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan produk energi lainnya. Padahal, pertumbuhan bulan Juli mencapai 0.3 persen (Month-over-Month). Penurunan tersebut berdampak pada mundurnya laju inflasi tahunan dari 1.8 persen menjadi 1.7 persen (Year-on-Year), meskipun ekonom sebelumnya mengharapkan inflasi stabil.

Laju inflasi yang terlalu lamban merupakan alasan bank sentral AS (Federal Reserve) untuk memangkas suku bunga pada bulan Juli. Karena alasan yang sama, data inflasi ini memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat, walaupun Fed biasanya menggunakan data inflasi berbeda sebagai referensi kebijakan utama. Referensi favorit Fed, indeks harga PCE, terakhir kali menunjukkan pertumbuhan hanya 1.6 persen (Year-on-Year) per Juli 2019; jauh di bawah target inflasi tahunan 2 persen yang diinginkan oleh Fed.

β€œTak jelas (apakah) kebakaran inflasi meletus, tetapi kita mulai menyaksikan asap dalam jumlah cukup substansial,” kata Stephen Stanley, pimpinan ekonom di Amherst Pierpoint Securities, sebagaimana dikutip oleh MarketWatch.

Sementara itu, pelaku pasar juga masih was-was memantau gencatan perang dagang terkini antara AS dan China. China merilis daftar produk impor dari AS yang dikecualikan dari pengenaan tarif, sedangkan AS menunda pemberlakuan kenaikan tarif impor berikutnya bagi produk-produk China. Namun, kedua belah pihak agaknya hanya beradu retorika tanpa komitmen tegas untuk mencapai kesepakatan dalam perundingan dagang yang akan dimulai kembali bulan depan.

Berlanjutnya kekhawatiran mengenai perang dagang ini juga meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga Fed. Dalam rapat pekan depan, para pejabat Federal Reserve diperkirakan bakal memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, disusul dengan beberapa kali pemangkasan suku bunga lagi hingga awal tahun 2020.

Analisaforex.com di Google Play Store