Euro Tumbang Menjelang Rapat Kebijakan ECB September 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD anjlok nyaris 0.5 persen ke kisaran 1.0993 pada awal sesi New York hari ini (11/9), di tengah antisipasi pasar menjelang rapat kebijakan bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis. ECB diperkirakan bakal melakukan pelonggaran moneter secara masif, sehingga Euro cenderung rapuh terhadap mata uang mayor lain. Saat berita ditulis, EUR/JPY juga melemah 0.25 persen di kisaran 118.47, sementara EUR/GBP menuru 0.35 persen ke kisaran 0.8905.

Euro Tumbang Menjelang Rapat Kebijakan ECB September 2019

Konsensus ekonom memperkirakan ECB akan memangkas suku bunga deposit sebesar 10 basis poin. Di saat yang sama, ECB diprediksi akan memulai kembali program Quantitative Easing dengan mendeklarasikan rencana pembelian obligasi pemerintah dan korporat senilai EUR30 Miliar per bulan.

Posisi Euro saat ini telah memperhitungkan pelonggaran moneter masif oleh ECB tersebut. Oleh karenanya, Euro malah bisa menguat seusai rapat ECB hari Kamis, jika rilis kebijakan ternyata meleset dari ekspektasi.

Analis masih memperdebatkan seberapa besar skala pelonggaran moneter yang akan direalisasikan oleh ECB. Sebagian analis mensinyalir ECB bisa menyusun rencana QE yang akan berlangsung hingga bertahun-tahun ke depan, sedangkan sebagian yang lain justru khawatir kalau-kalau ECB takkan meluncurkan QE sama sekali.

“Jika ECB gagal memenuhi ekspektasi pasar mengenai pelonggaran kebijakan, (maka) keseimbangan risiko mendukung EUR/USD naik lebih tinggi dan mata uang Eropa unggul pada hari itu. Namun, lonjakan apapun pada EUR/USD dan mata uang Eropa semestinya hanya sementara,” kata Petr Krpata dari ING.

Ia menambahkan, “Kecuali jika ECB meluncurkan besar-besaran (QE dengan skala EUR 40-60 Miliar per bulan), maka kami memperkirakan reaksi Euro yang terbatas atau lonjakan EUR/USD naik. Skenario pertama akan menjadi respons terhadap ukuran QE sebesar EUR30 Miliar, sedangkan skenario terakhir merupakan respons terhadap ditundanya pembelian obligasi.”

Jacqui Douglas dari TD Securities berpendapat lebih dovish lagi. Menurutnya, “Perkiraan dasar kami pemangkasan suku bunga sebesar 20 basis poin dengan pemeringkatan, QE sebesar EUR40 Miliar per bulan, dan tak ada kenaikan suku bunga hingga setidaknya pertengahan tahun 2021. Kami lebih condong pada (pemangkasan) suku bunga ketimbang QE, karena QE akan menjadi keputusan yang kontroversial. Pandangan dovish kami terhadap ECB membuat kami memantau risiko penurunan EUR/USD.”

Meski demikian, Douglas juga sepakat bahwa respons pasar akan tergantung pada skala QE yang diumumkan oleh ECB. Lanjutnya, “Kami kira (pasar) spot akan lebih sensitif terhadap pengumuman QE yang besar daripada pemangkasan suku bunga, karena ekspektasi selisih jalur kebijakan Fed/ECB nampaknya telah diperhitungkan.”

Analisaforex.com di Google Play Store