Konflik Dagang Mereda, USD/JPY Pertahankan Level Tertinggi Sejak Juli

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY stabil di kisaran 107.85 pada awal sesi New York hari ini (12/9). Memudarnya konflik dagang AS-China dalam beberapa hari terakhir telah menopang posisinya dekat level tertinggi sejak akhir Juli 2019. Namun, keraguan mengenai prospek tercapainya kesepakatan dagang antara kedua negara adidaya masih bercokol di kalangan trader dan investor.

USDJPY Pertahankan Level Tertinggi Sejak Juli

Kemarin, pemerintah China mengumumkan membatalkan tarif terhadap 16 kelompok produk impor dari AS, termasuk udang dan obat kanker, mulai 17 September hingga setahun ke depan. Importir China dapat mengajukan refund terhadap tarif yang telah dibayarkan bagi 12 dari 16 kelompok produk tersebut. Selain itu, Beijing juga menyampaikan kesediaan untuk melakukan impor produk agri dari AS lagi kepada Gedung Putih.

Menanggapi langkah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda pemberlakuan kenaikan tarif impor terhadap USD250 Miliar produk asal China dari tanggal 1 Oktober menjadi 15 Oktober sebagai “tanda itikad baik”. Akan tetapi, para analis tetap skeptis.

James McCormack dari lembaga pemeringkat kredit terkemuka Fitch mengatakan, “Situasi berubah dengan sangat cepat, sulit untuk mengetahui motivasi apa -sejujurnya- di sisi AS. Jadi, saya tak ingin menelaah terlalu jauh ke dalam sebuah konsesi kecil yang menandakan kita berada di jalan menuju penyelesaian.”

Analis mengekspresikan kesangsian serupa terhadap tindakan China, karena daftar pembatalan tarif tak memuat produk-produk vital AS seperti kedelai dan daging.

“Tarif China yang benar-benar penting adalah pada barang manufaktur dan agrikultur AS, dihasilkan terutama di negara bagian dengan dukungan kuat bagi Donald Trump,” kata Artur Baluszynski dari Henderson Rowe. Lanjutnya, “Kami tak menilai China bersedia bernegosiasi dengan mereka sebelum kompetisi untuk pemilihan presiden AS (tahun depan) benar-benar dimulai.”

Iris Pang dari ING sependapat. Menurutnya, tindakan China lebih ditujukan untuk mendukung perekonomian domestik daripada “itikad baik” menjelang dimulainya kembali perundingan dengan AS bulan depan. Ia mengungkapkan, “Masih ada banyak ketidakpastian dalam perundingan dagang yang akan datang. Daftar pengecualian yang hanya 16 item tidak akan mengubah posisi China. Kami meyakini China akan berdiri teguh dalam negosiasi, yang akan sama dengan putaran perundingan sebelumnya.”

Analisaforex.com di Google Play Store